Perkenalkan, 25 partner kumparan 1001 Media Online yang bergabung pada awal 2019. Bersama 11 partner yang sudah berlari sejak setahun sebelumnya, mereka akan memperkaya konten kumparan dengan sajian peristiwa dari Aceh hingga Papua. Anda dapat mengklik masing-masing tautan di bawah ini untuk menuju akun mereka.
1. Balleo News
Balleonews.com merupakan salah satu partner resmi kumparan 1001 Startup Media Online untuk wilayah Papua Barat dan sekitarnya. Informasi yang disajikan di antaranya konten peristiwa, pariwisata, pendidikan, kesehatan, konten ringan yang akan menghibur orang, artikel peristiwa tentang kejadian terkini di masyarakat, atau isu-isu sosial yang selalu penting untuk dibahas.
Balleo News diketuai oleh Paulus Pulo yang merupakan pimpinan redaksi media online di tahun 2018. Paulus juga pernah menjabat sebagai Redaktur Pelaksana di salah satu stasiun televisi di Sorong pada 2017.
Alasan saya mau membangun media tersebut di antaranya untuk membangun SDM orang Papua, dengan mendorong orang Papua untuk melirik dunia jurnalistik sebagai suatu panggilan hidup, bukan sekedar mencari profit. – Paulus Pulo
2. Aceh Kini
Tim acehkini.id ingin membangun sebuah media di daerah, karena umumnya impian seorang jurnalis dan penulis adalah punya media sendiri. Mereka juga berharap acehkini.id dapat besar nantinya bersama kumparan.
Digawangi oleh Adi Warsidi, cita-cita membangun media online lokal di Aceh yang multiplatform, dan kredibel menjadi mimpinya sejak lama. Ini sedang dirintis bersama rekannya di Aceh setelah kumparan memberi kesempatan lewat Program 1001 media online.
Adi Warsidi berpengalaman belasan tahun menjadi jurnalis di Aceh, terlibat langsung meliput konflik dan bencana tsunami Aceh. Suka menulis tentang pariwisata, sejarah, sosial budaya masyarakat, politik dan keamanan. Selain itu, ia juga pemegang sertifikat Wartawan Utama, dia juga salah satu penguji kompetensi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Kegiatan selain menulis adalah mengajar jurnalistik di Muharram Jurnalis College (MJC) dan beberapa pelatihan jurnalistik lainnya yang digelar lembaga-lembaga mahasiswa maupun organisasi. Adi Warsidi kerap terlibat dalam penelitian isu-isu Aceh, serta aktif menjadi editor dan penulis buku berkisah tentang Aceh.
Acehkini.id ada, karena mimpi kami untuk membangun media multiplatform sendiri, kumparan membantunya. – Adi Warsidi
3. Hi!Pontianak
Hi!Pontianak adalah media digital yang menyajikan beragam informasi, yang menjadi kebutuhan warga Pontianak, khususnya masyarakat milenial. Bersama 35 media lokal lainnya dari seluruh Indonesia, Hi!Pontianak mengemban tugas untuk memberitakan beragam informasi tentang Pontianak dan sekitarnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Dengan gaya jurnalisme positif dan semangat optimisme, Hi!Pontianak akan menyajikan berita dan informasi yang kamu butuhkan.
Hi!Pontianak ingin membuat media portal online yang menyajikan berita-berita seputar Pontianak, khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Hi!Pontianak akan memuat baik feature (70 persen) maupun news (30 persen). Hi!Pontianak didirikan oleh Listya Sekar Siwi. Kiprah Listya di bidang jurnalistik sendiri tak perlu diragukan lagi. Sejak 2014 hingga Februari 2019, Listya aktif bekerja di salah satu media di Pontianak sebagai editor hiburan, Konten Creator, dan Sosial Media Officer.
Hi!Pontianak lahir untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial tentang informasi yang “asik dan kita banget”. Ini hanya awal langkah kami, karena ke depan Hi!Pontianak akan terus berinovasi untuk kesenangan kalian, para pembaca kami. Kolaborasi kemudian menjadi solusi di era milenium yang penuh keakuan dan ego pribadi. – Listya Sekar Siwi.
4. Play Stop Rewatch
Play Stop Rewatch didesain sebagai media yang memuat tentang industri perfilman mulai dari produk hingga figur di belakang layar. Format kontennya dipilih dalam bentuk video dengan Screen Junkies, Vanity Fair, Variety, The Hollywood Repoter, serta Narasi.tv sebagai referensi. Adapun platform yang dipilih adalah YouTube karena dirasa pas dengan kebutuhan PSR dan lebih populer untuk target pasar yang diincar.
Play Stop Rewatch disiapkan menjadi media online yang menjawab semua permasalahan yang sudah disebutkan. Pusat informasi dan diskusi terbaru soal industri perfilman serta produknya. Play Stop Rewatch tidak hanya me-review film, tetapi juga menganalisis secara entertaining. Play Stop Rewatch yang memiliki konten dalam wujud teks, podcast, video, serta infografik. Play Stop Rewatch yang memaksimalkan personal branding pada konten-kontennya. Play Stop Rewatch yang mendukung konvergensi, transmedia storytelling, serta personalization.
Habis nonton film, jangan berhenti. Diskusi, cari perspektif baru, dan lanjut nonton filmnya lagi (Play Stop Rewatch, 2019)
Play Stop Rewatch dibentuk berawal dari hobi para petingginya, salah satunya Andri. Ia suka nonton film berawal dari film-film mainstream, main-main di forum, dapat referensi film baru yang sedikit berbeda atau unik. Sayangnya, film-film unik ini bukan merupakan film mainstream dan jarang ada orang yang bisa diajak cerita atau ngobrol. Ia hanya bisa berdiskusi mengenai film-film tersebut dengan orang-orang yang ada di komunitas film saja (Jakarta Cinema Club).
Bersama rekannya, Istman, keduanya pun memiliki hobi yang sama dalam mereferensi film. Mereka memiliki visi-misi sama untuk membuat media Indonesia yang bisa mengenalkan film-film berkelas tetapi kurang dikenal orang-orang mainstream. Tidak hanya itu, keduanya juga punya impian bisa membawa Industri Film Indonesia juga memiliki culture seperti Industri Film Hollywood.
5. Palu Poso
PaluPoso.com bertekad akan menjadi etalase informasi Sulawesi Tengah yang mencakup 13 kabupaten dan 1 kota, melalui sajian informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Pada prinsipnya, berita yang ditayangkan oleh PaluPoso.com dalam berbagai bentuk, mulai straight news, feature, in depth news, dan liputan investigatif, tetap mengedepankan etika jurnalistik.
PaluPoso.com pastinya terus berupaya berkontribusi bagi pembangunan Sulawesi Tengah agar bangkit mengejar ketertinggalannya dari provinsi lain di Indonesia. PaluPoso.com menjadi media ter-update dengan akurasi tulisan atau gaya tulisan yang menarik, ringan, dan mudah dipahami.
“Menjadi yang Terbaik dari yang Terbaik”
PaluPoso.com didirikan oleh Amar Burase, yang sebelumnya dikenal sebagai koresponden TEMPO. Ia juga mantan Pemimpin Redaksi KabarPoso.com.
Ke depannya, Sulbar Kini berharap mampu memberi warna tersendiri dan menghadirkan informasi-informasi terkini seputar Mamuju dan Sulawesi Barat yang disajikan dalam konten yang menarik, informatif, berkualitas, dan tentu saja dengan tetap mengedepankan kredibilitas.
Sebagai media online lokal, Sulbar Kini akan fokus untuk menyajikan konten berupa berita terkini seputar Sulawesi Barat, kegiatan ekonomi dan bisnis, pariwisata, kondisi sosial, dan politik, human interest, hingga keragaman, budaya yang dimiliki daerah ini. Untuk konten khusus, Sulbar Kini akan mencoba untuk mengeksplorasi dan mengangkat potensi budaya dan pariwisata yang dimiliki Sulawesi Barat.
Sulbar Kini didirikan oleh Sapriadi atau yang lebih dikenal Adi Pallawalino, ia merupakan mantan redaktur surat kabar harian lokal di Makassar. Hingga saat ini Adi juga aktif sebagai anggota Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi Makassar.
Dengan adanya kolaborasi dan partnership dengan kumparan, kami berharap Sulbar Kini mampu memberi warna tersendiri dalam menghadirkan informasi-informasi terkini seputar Mamuju dan Sulawesi Barat yang disajikan dalam konten yang menarik, informatif, berkualitas, dan tentu saja tetap mengedepankan kredibilitas. Kami percaya, Sulbar Kini adalah jawaban -Adi Pallawalino
7. Ciremai Today
Akses informasi yang tepercaya, aktual, dan hangat menjadi “santapan” yang paling dibutuhkan pembaca saat ini. Dengan semangat jurnalisme yang memegang teguh prinsip-prinsip akurasi, keberimbangan, dan faktual, ciremaitoday hadir untuk menyapa pembaca dan mengabarkan informasi teraktual, tepercaya, dan hangat untuk warga Jawa Barat. Berangkat dari semangat tersebut, ciremaitoday hadir untuk memberikan alternatif bagi pembaca untuk mendapatkan informasi serta ulasan peristiwa menarik dari sudut pandang yang berbeda.
Ciremaitoday akan menjadi media online yang menampilkan potensi daerah baik sosial,ekonomi, pariwisata, kebudayaan serta ekonomi kreatif wilayah Indramayu, Cirebon, Majalengka hingga Kuningan. Ciremaitoday didirikan oleh Tomi Indra Priyanto. Pengalaman Tomi di bidang jurnalistik tak diragukan lagi, ia pernah menjadi wartawan Koran Sindo selama 11 tahun.
Melalui spirit Gunung Ciremai, kami berharap ciremaitoday mampu meneropong peristiwa dan fenomena menarik di Jawa Barat secara utuh dan apa adanya. Sama seperti halnya, ketika kita berada di puncak Gunung Ciremai, dan melihat alam semesta dari ketinggian. Kita bisa melihat secara jernih, utuh, tanpa rekayasa dan apa adanya. -Tomi Indra Priyanto
8. Urban.id
Konten Urban.id akan berfokus pada dunia hiburan, kreativitas personal atau kelompok serta industri kreatif. Sebab, saat ini data pengguna media sosial di Indonesia terdapat 30 juta kaum milenial khususnya anak muda yang aktif dalam menggunakan medsos, dan tentunya konten hiburan, kreativitas dan industri kreatif sangat diminati dan dapat menjadi acuan, tidak sekedar tren namun juga membangkitkan jiwa enterpreneursip.
Ardhiansyah Nugraha merupakan pimpinan dari Urban.id yang sudah terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 2013 dengan bergabung sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Pengda Sumsel. Hingga saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Asosiasi Jurnalis Online Indonesia Pengda Sumsel.
“Urban lahir menjawab kebutuhan informasi yang segar bagi milenial.” -Ardhiansyah Nugraha
9. Babel Hits
BabelHits.com merupakan salah satu situs berita online yang berbasis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Media ini bertujuan untuk menampilkan sisi pariwisata, ekonomi, dan kuliner Bangka Belitung untuk dieksplorasi agar kemudian mendatangkan pundi-pundi pendapatan bagi penduduk lokal. Ini merupakan salah satu upaya mereka dalam mendorong dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan di daerah.
Mereka fokus membahas mengenai bisnis dan pariwisata terlebih karena saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menguatkan sektor pariwisata sebagai kekuatan ekonomi baru pasca-tambang baik meliputi baik wisata alam, sejarah, budaya, dan kuliner. Dengan tumbuhnya pariwisata lokal di Bangka Belitung, tentunya akan memberikan ruang bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) untuk menghidupkan ekonomi daerah.
Anjar Sujatmiko merupakan selaku pendiri BabelHits.com merupakan lulusan dari Universitas Bangka Belitung jurusan Ilmu Sosiologi dan Politik. Hingga saat ini ia masih aktif di salah satu media lokal di Babel. Bergelut di dunia media sejak tahun 2012 hingga sampai saat ini, banyak hal yang ia pelajari dan dapatkan dari dunia pers.
Sesuai dengan tagline kami, BABELHITS melintas antar-ruang waktu. Kehadiran babelhits.com notabene sebagai media pemberitaan daerah yang berbasis startup diharapkan mampu berkontribusi terhadap penyajian informasi yang sehat kepada masyarakat. Kehadiran babelhits.com juga diharapkan bisa menjadi pembeda dengan media-media online yang ada di Bangka Belitung. Anjar Sujatmiko.
10. Cermat
Cermat merupakan singkatan dari Cerita Maluku Utara. Selaras dengan singkatannya, nama tersebut menegaskan untuk terus belajar dengan teliti, melihat, menulis, dan ceritakan dengan cermat tentang Maluku Utara.
Cermat lebih mengembangkan konten Jelajah dengan menyiapkan ToR liputan untuk menjelajahi pulau-pulau di Maluku Utara. Tim Jelajah ada yang menulis, fotografi, videografi, dan satu tim membuat infografis. Selain rubrikasi Jelajah, ada lima rubrikasi lainnya (Warta, Sastra, Perspektif, Jejak, Pustaka).
Faris Babero merupakan orang di balik berdirinya Cermat dan juga sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi salah satu media online di Ternate. Selain pengalamannya sebagai wartawan di situs berita lingkungan, Faris juga aktif mendirikan media komunitas Jalamalut yang fokus dalam mengembangkan konten jelajah.
“Mendengar suara pelosok, Menenun Makna.” Ceritakan apa yang tidak terkabarkan tentang sketsa kehidupan masyarakat pulau-pulau kecil di Maluku Utara -Faris Babero.
11. Kepripedia.com
Hadir dengan nuansa baru dari tangan anak-anak muda Negeri Segantang Lada, Kepulauan Riau, Kepripedia.com akan hadirkan sesuatu yang baru. Media ini mengedepankan profesionalisme karya jurnalistik yang menghibur dan informatif di era milenial yang siap mengisi dunia informasi digital bunda tanah melayu Kepulauan Riau.
Konten yang akan diproduksi oleh Kepripedia.com yaitu berita, lifestyle, kuliner, dan traveling. Semua konten juga bersifat informasi umum guna mencapai pasar luas untuk mengenal konten utama. Sedangkan fokus konten adalah seputar informasi budaya Melayu, seperti tradisi, sejarah, kesenian.
Sejak tahun 2013, Hasrullah (pendiri Kepripedia.com) sudah aktif sebagai sebagai anggota Networking dan Jurnalistik PMII Rayon Al-Faruq, Kom, Sunan Ampel. Ia juga merupakan pendiri akun medsos pariwisata, @zona.id, pada 2018.
Ia juga sempat membantu mendirikan beberapa online media di Jawa Timur, kemudian mendirikan akun komunitas explorecoffee. Lulus S1 Agustus 2018, ia kembali ke Kepri dan mendirikan Kepripedia.com.
Kepripedia, dari sebuah hobi yang direncanakan -Hasrullah.
12. Lampung Geh!
Lampung Geh merupakan gerbang informasi online yang tumbuh bersama kaum milenial Lampung. Berdiri sejak penghujung tahun 2015, media online yang didirikan oleh 2 mahasiswa ini bergerak di sosial media seperti Instagram, Facebook dan Twitter.
Konten yang disajikan merupakan konten tentang segala bentuk hal-hal positif yang ada di wilayah Provinsi Lampung, antara lain wisata, budaya, tokoh, kehidupan sosial. Konten tersebut akan disajikan dalam bentuk artikel, foto dan video singkat, video berdurasi panjang, serta infografis.
Lampung Geh! dikepalai oleh Bery Decky Saputra yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa Ilmu Administrasi Negara di Universitas Lampung. Ia pernah mengikuti pelatihan Website Lembaga Kemahasiswaan, pelatihan Website Design sebagai Media Kampanye Antikorupsi, dan pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan.
Tujuan dibangunnya media Lampung Geh! yaitu untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga masyarakat Lampung terhadap tempat tinggalnya melalui konten-konten yang disediakan oleh Lampung Geh!. Selain itu juga melalui Lampung Geh! orang di luar Lampung tidak hanya tahu tentang “Begal Lampung” tapi juga budaya dan keindahan alam Lampung serta hal-hal positif lainnya. -Bery Decky Saputra.
13. Tugu Malang
Tugumalang.id ingin mengambil tantangan dengan memproduksi konten-konten yang berkualitas, jauh dari fitnah, menjernihkan yang kusut, menyuarakan yang tak bersuara dan mengurai yang tidak terurai oleh media online para pendahulu. Tim Tugumalang.id bisa memproduksi teks, gambar, video, dan suara, dengan seluas-luasnya dan menggabungkan konsep sejumlah media untuk dijadikan satu daerah. Menghadirkan media berita dengan penekanan kekuatan liputan khusus, kekuatan pustaka, dan kekuatan investigasi.
Pemilik Tugumalang.id Irham Thoriq pernah menjabat sebagai Redaktur Jawa Pos Radar Malang pada 2016 hingga 2017. Selanjutnya ia juga berperan sebagai Koordinator Liputan Jawa Pos Radar Malang sejak 2018.
Kami berpedoman mengkritik tidak perlu membenci, memuji tak perlu menjilat. Dengan cara itu, kami sejatinya sedang menjalankan jargon Tugu Malang yakni Merawat Malang Raya. -Irham Thoriq
14. Infopbun
Kini Info Pangkalan Bun tidak hanya menyajikan sebuah informasi, tetapi juga akan menyuguhkan konten berkualitas kepada netizen maha baik. Potensi destinasi wisata dan peristiwa menarik juga akan disuguhkan, tidak hanya soal Taman Nasional Tanjung Puting, akan tetapi potensi destinasi wisata pendukung Taman Nasional Tanjung Puting yang akan menahan wisatawan untuk berlama-lama menikmati wisata di Ibu Kota Orang Utan dunia ini.
Melalui kolaborasi, InfoPBUN mantap menyajikan informasi yang kredibel, setiap berita pastinya akan cover both side. Berita dan informasi yang didapat pun harus diklarifikasi terlebih dahulu kebenarannya agar menjadi konten yang berkualitas. -Joko Hardoyono
15. Bengawan News
Bengawan News adalah media yang lahir untuk memberi harapan baru di Kota Solo dan sekitarnya, tidak hanya meliput berita, tapi kami juga meliput hal-hal menarik yang terkadang luput dari media. Kisah-kisah inspiratif dan permasalahan sosial yang kerap melekat di warga Solo juga tak lepas dari liputan Bengawan News. Tim produksi juga menghasilkan konten-konten yang membahas mengenai berita, wisata, hiburan, kuliner dan hiburan.
Ke depannya media ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi berita yang akurat dan menginspirasi banyak orang -Gerry Prayudi
Pendiri Bengawan News, Gerry Prayudi saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ia pernah Kepala Divisi Marketing Communication YOT Solo pada 2015. Gerry juga pernah terpilih sebagai penerima Hibah Dana Modal Usaha Gerakan Kewirausahaan Nasional di tahun 2014.
16. Banthayo.id
Banthayo.id menawarkan informasi melalui berita, artikel, foto dan video yang akurat untuk pembaca. Selain itu banthayo.id juga menawarkan konten-konten tentang kebudayaan dan informasi terkini, tanpa melupakan kecepatan informasi yang disuguhkan kepada pembaca.
Seperti jargonnya yang akurat, berbudaya dan masa kini, Banthayo.id akan memfokuskan kontennya pada kebudayaan. Untuk menghargai nilai-nilai lokal dan menguatkan identitas kedaerahaan khususnya Gorontalo serta mengenalkannya kepada Indonesia, Banthayo,id menjadi media yang mengedepankan data, yang tidak hanya mengejar kecepatan, tapi juga ketepatan isi dari berita tersebut. Terlebih disajikan dalam narasi yang ringan, dengan harapan bisa membantu mengentaskan rendahnya literasi.
Banthayo.id merupakan media online besutan Burhan Undu. Burhan Undu sebelumnya pernah bekerja sebagai reporter dan producer program di salah satu perusahaan media di Gorontalo.
Dengan adanya banthayo.id ini, ke depan ketika berkembang bisa membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda di Gorontalo yang berminat di industri kreatif. -Burhan Undu
17. Manado Bacirita
Manado Bacirita ingin menjadi media yang punya manfaat besar, serta mampu menjadi penghubung informasi dari Kota Manado dan sekitarnya. Sementara, terkait logo, Manado Bacirita mengambil Jembatan Soekarno, filosofinya jelas karena jembatan merupakan penghubung.
Tak hanya itu, Jembatan Soekarno, selain menjadi ikon terbaru dari Kota Manado, juga memberikan manfaat yang sangat besar terutama terhadap akses untuk warga di utara Manado. Manado Bacirita akan memiliki fokus pada peliputan khusus traveling dan juga tulisan in-depth terkait dengan hal-hal yang menarik di Sulawesi Utara.
Manado Bacirita dinakhodai oleh Isa Anshar Jusuf. Ia berkiprah di dunia jurnalistik sejak tahun 2006 hingga sekarang. Ia sebelumnya dikenal sebagai koresponden TEMPO dan pernah bekerja di salah satu harian lokal di Manado.
Selama ini, cerita-cerita dari Kota Manado dan Sulawesi Utara secara luas belum banyak terekspos secara luas. Baik terkait dengan wisata alam, kuliner, dan tentang bagaimana toleransi itu dirawat. Manado Bacirita lahir dari keinginan untuk membawa cerita-cerita itu dalam bentuk sebuah news informatif dan inspiratif yang tentunya disajikan secara menarik. Manado Bacirita ingin menjadi jembatan informasi tentang Manado, Sulawesi Utara, yang dikenal akan keindahan alamnya dan ramahnya orang-orang asal daerah Nyiur Melambai. -Isa Anshar Jusuf
18. BASRA (Berita Anak Surabaya)
BASRA itu media yang kontennya tentang anak Surabaya. Baik itu tentang pendidikan, kesehatan, psikologi, hobi, sampai ke isu-isu terkini tentang anak di Surabaya. BASRA juga menghadirkan informasi dan konseling untuk anak Surabaya yang masih berusia 6-17 tahun.
Konten akan fokus mengulas hal-hal yang mendidik di bidang pengetahuan umum, kesehatan anak dan remaja, tren IT yang aman, cerita hobi, cerita komunitas anak, event anak di Surabaya, cerita anak-anak berprestasi dan perjuangan mereka, review buku atau film anak, streaming dongeng, serta menyediakan ruang konseling pada dokter spesialis anak dan psikologi anak. Konten pun dikemas menyenangkan dan mudah dipahami.
Sang pendiri Basra, Windy Goestiana, merupakan alumni sarjana Ilmu Komunikasi kekhususan Jurnalistik Stikosa-AWS. Selama kuliah ia aktif di bidang jurnalistik seperti menjadi jurnalis di koran lokal di Surabaya pada 2006. Selain itu, ibu satu anak ini juga pernah bekerja paruh waktu di radio lokal Surabaya dan Jurnalis Koran Jawa Pos.
Anak adalah ‘investasi’ terbaik yang dimiliki bangsa ini. Anak-anak yang sejak dini diberi pengaruh positif, ditanamkan mindset juara, diberi teladan yang punya value, harapannya generasi Indonesia harus makin hebat! Kalau enggak, berarti kita enggak ke mana-mana. -Windy Goestiana
19. florespedia.com
Florespedia.com adalah jenis media yang 100 persen mengangkat isu-isu berbasis lokal kedaerahan dengan model penulisan yang tidak sekadar informatif. Lebih dari itu, menampilkan data sekaligus infografis sehingga diharapkan dapat menjadi sumber referensi terpercaya ketika orang atau berbagai pihak ingin mencari informasi tentang berbagai kabupaten di Pulau Flores maupun provinsi NTT umumnya.
florespedia.com didirikan oleh Mario Wihelmus Patrimonio Sina. Mario sudah berkiprah di bidang jurnalistik sejak 2012. Untuk saat ini, Mario juga masih aktif sebagai jurnalis di sebuah portal berita online berbasis kolaboratif.
Besar harapan kami, media online ini dapat menjadi jembatan informasi yang kekinian, menyuguhkan konten terbaik bagi masyarakat 8 kabupaten di Pulau Flores dan NTT umumnya serta berkembang menjadi sumber berita yang tepercaya. -Mario Wihelmus Patrimonio Sina.
20. kendarinesia.id
Tim redaksi kendarinesia.id bercita-cita untuk terus berkarya lewat dunia jurnalistik dalam menyajikan informasi segala lini di wilayah Sulawesi Tenggara. Mulai dari potensi pariwisata, situs sejarah, ragam budaya, kuliner, hingga human interest akan terus disajikan kepada pembaca.
kendarinesia.id memang khusus membahas mengenai konten pariwisata karena masih banyak destinasi wisata di Sulawesi Tenggara yang belum diketahui masyarakat. Hal tersebut, karena selain akses menuju lokasi yang masih terbilang sulit juga karena kurangnya kesadaran media pemberitaan untuk menyebarkan informasi terkait destinasi wisata tersebut kepada masyarakat. Sehingga, destinasi wisata di Sulawesi Tenggara masih belum dikenal dengan baik oleh masyarakat.
Pimpinan kendarinesia.id, Muh. Fadhil Attamimi, pernah berkarier sebagai jurnalis di Koran Harian Rakyat Sultra (Jawa Pos Grup), Citizen Journalist Net TV, dan Jurnalis BritaKita.com.
Banyak yang menganggap, saya tidak bisa membangun media, dan saya mematahkan anggapan mereka. Lewat kolaborasi kumparan kami yakin mampu menggapai cita-cita besar itu. -Fadhil Attamimi
21. Karja.id
Karja.id menciptakan konten (sharing, bukan menggurui) yang mampu menginspirasi dan memberikan pandangan, pelajaran baru, bagi setiap pribadi yang sedang berjuang maupun pribadi yang baru memulai untuk menjadi seorang entrepreneur. Karja.id ingin mengembangkan kewirausahaan dan ekonomi kreatif di Indonesia. Media membagikan berita, tren, cerita inspiratif, dan tips bisnis dalam berbagai bentuk dan konsep.
Karja.id dipimpin oleh Charles Raymond Jeffrey. Meski usianya masih muda, Charles saat ini menjabat sebagai Co-Founder di salah satu media enterpreneur yang fokus bergerak dengan topik bisnis dan kewirausahaan. Media tersebut bertujuan untuk memberikan insight, inspirasi, dan pembelajaran bagi masyarakat yang ingin belajar tentang bisnis dan kewirausahaan.
Tujuan kami mendirikan Karja.id karena kami ingin ambil bagian dalam membangun entrepreneurship di Indonesia dengan sedikit pelajaran dan pengalaman yang kami peroleh pada bidang bisnis dan manajemen selama ini. -Charles Raymond Jeffrey
22. Jambikita.id
Jambikita.id tidak hanya mengabarkan berita, tetapi mengulasnya secara dalam, menyampaikan apa yang tersirat, serta menganalisis berbagai potensi daerah agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda yang jadi harapan bangsa. Jambikita.id ingin menjadi harapan, gairah, dan teman inspirasi anak muda dan masyarakat Jambi.
Jambikita.id akan menjadi media yang menyajikan informasi secara akurat, lengkap, dalam, dan mencerahkan, serta tidak sepotong-sepotong, sehingga pembaca menjadi tercerahkan dengan informasi yang disampaikan. Artinya, konten yang disajikan tidak melulu menyampaikan informasi awal (breaking news).
Jambikita.id hadir karena perlunya ada media di Jambi yang mengabarkan dengan akurat dan lengkap, menulis hal-hal yang dekat dengan masyarakat, dan ramah terhadap generasi muda. Jambi perlu media yang benar-benar menyuarakan kebutuhan masyarakat Jambi. Melestarikan budaya dan mengangkat kearifan lokal Jambi. -Heri Paizal
23. Temali
Media yang bergerak dalam bidang pengembangan diri, minat, dan bakat, produktivitas, serta sejumput neurosains dan psikologi ini siap berbagi informasi dengan pembaca. Temali mengajak pembaca untuk dapat jadi silent reader, bertanya, berkomentar, bahkan berbagi kisah soal pengembangan diri lewat konten yang mereka sajikan.
Fokus Temali adalah mendampingi orang dewasa muda untuk menggali potensi-potensi dalam diri. Tim produksi percaya jika potensi setiap orang itu unik dan ketika seseorang sudah tahu betul potensi unik dirinya, ia akan dengan tepat mensinergikan dirinya dengan potensi-potensi daerah yang ada di sekelilingnya.
Temali didirikan oleh Tristia Riskawati sejak tahun 2017. Temali rutin mengunggah konten-konten di Instagram berbentuk gambar berteks minimal enam kali per minggu, dengan melakukan follower engagement via Instagram Story. Tak hanya itu, mereka juga mengunggah konten-konten yang diperdalam melalui artikel.
Saya ingin membantu orang menemukan potensi diri, kemudian memberdayakannya untuk berbuat kebaikan. -Tristia Riskawati
24. Lentera Maluku
20 tahun sudah berlalu pasca-konflik dan sudah banyak inisiatif dari masyarakat untuk terus membangun citra positif daerah ke khalayak luar guna mempercepat pembangunan Maluku. Lentera Maluku bertujuan untuk memaksimalkan setiap peran yang mereka miliki dalam memastikan pembangunan Maluku.
Lentera Maluku yang merupakan Media berbasis online di Maluku dengan misi mencerdaskan dan menggerakkan masyarakat. -Stanley Ferdinandus.
Lentera Maluku didirikan oleh Stanley Ferdinandus. Ia merupakan pendiri Yayasan Heka Leka yang berfokus dalam meningkatkan pendidikan di Provinsi Maluku. Hadirnya yayasan Heka Leka diharapkan bisa menjawab ketertinggalan Pendidikan di Provinsi Maluku karena lewat pendidikan, masa depan Maluku bisa dibangun ke arah lebih baik. Tujuan dari Program ini adalah memastikan setiap daerah di Provinsi Maluku bisa mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.
25. Info Dompu
Info Dompu merupakan portal informasi online khusus Wisata di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Ada tiga poin yang menjadi fokus konten yang akan kami buat yaitu sharing, booking dan sale disingkat dengan SBS.
Media ini juga menyediakan beragam artikel, foto, dan video terkait destinasi wisata, sosial budaya masyarakat, pembangunan wisata, infrastruktur, cuaca, lingkungan, info kecelakaan, kesehatan, usaha kecil menengah, produk lokal, dan berbagai informasi terkini yang berhubungan dengan wisata. Media ini didirikan anak muda untuk mengeksplorasi sekaligus mengekspose destinasi wisata di Dompu agar masuk dalam daftar daerah tujuan wisata yang wajib dikunjungi.
Pendiri Info Dompu, Intan Putriani, pernah terpilih sebagai delegasi PLAN Indonesia dalam sidang UNCSW dan berkesempatan menjadi panelis pada sesi Peran Anak Perempuan dalam Science, Technology, Engineering, and Math di New York, Amerika Serikat, pada 2011. Ia juga terpilih sebagai delegasi Provinsi NTB di Indonesian Culture and Nationalism Conference oleh Universitas Prasetya pada 2016.
Kami juga ingin memberikan informasi seluas-luasnya kepada wisatawan atau masyarakat lokal terkait kabar terkini yang sedang terjadi di Dompu. Kami berharap Info Dompu dapat mendorong perbaikan pariwisata oleh pemerintah dan sarana-prasarananya dapat dijaga serta dikelola dengan baik oleh masyarakat. -Intan Putriani
26. Ambonnesia
Ambonnesia hadir memberi warna baru di era digital media. Banyak hal unik dan menarik di Maluku yang akan kami informasikan kepada khalayak bagaimana kearifan lokal, budaya, juga keindahan Maluku dengan konten berita yang informatif, faktual, dan edukatif.
Awalnya saya tidak sekalipun bermimpi mengelola media. Tapi ketika memutuskan pulang ke Ambon ada begitu banyak pekerjaan rumah yang mesti saya kerjakan. Ambon adalah kota kecil, banyak orang mengenal Ambon hanya lewat keindahan alamnya tapi ia menyimpan sekelumit persoalan sehari-hari. -Khairiyah Fitri
Pendiri Ambonnesia, Khairiyah Fitri, Magister Komunikasi Politik. Memulai karier jurnalistik dari media kampus, koresponden media buruh migran media Hongkong di Indonesia 2011. Menggeluti isu-isu perempuan, HAM, kampanye hoax buster project dan menulis.
27. BandungKiwari
BandungKiwari lahir dengan niat berbagi informasi yang jernih. Sesuai dengan namanya, wilayah yang menjadi sumber-sumber berita ada di Bandung dan sekitarnya. Adapun Kiwari, diambil dari bahasa Sunda yang artinya “sekarang”. Maka, BandungKiwari mengusung semangat memberitakan Bandung hari ini.
28. Banjarhits.id
Banjarhits.id lahir dari ide kumparan.com. Situs berita Banjarhits.id tampil menyapa pembaca dalam bentuk platform kumparan. Kolaborasi merupakan jawaban atas perubahan ekosistem industri media online seiring perkembangan informasi teknologi dan perilaku user. Banjarhits.id mengangkat aneka khasanah lokal milik Bumi Lambung Mangkurat. Tim redaksi Banjarhits.id tentu mengadopsi pola produksi konten dan nilai jurnalisme yang tertanam di kumparan.
Pena Kami untuk Banua. Pantang Pulang Sebelum Tayang. -Diananta
29. Bumi Papua
Bumi Papua ingin memberikan gambaran realitas sosial dan menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat dari Bumi Papua. Intinya, website BumiPapua.com didedikasikan membantu diseminasi informasi seputar Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
BumiPapua.com tak hanya sekadar memberitakan, tapi juga ingin menghasilkan karya jurnalistik dengan standar tinggi, yang memenuhi Kode Etik Jurnalistik dan mengedepankan prinsip independensi. -Syamsuddin Levi.
Media ini dikepalai oleh Syamsuddin Levi, tapi biasa disapa dengan nama panggilan Cunding Levi. Lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah di Universitas Cenderawasih tahun 2001 ini, memegang Sertifikasi Wartawan untuk Jenjang Utama dari Dewan Pers. Pertama kali mengenal dunia jurnalistik pada tabloid lokal di Papua sejak Januari 1999 hingga September 2003 sebagai reporter dan redaktur. Lalu Juli 2004 hingga tahun 2009, menjadi salah satu Redaktur Pelaksana Tabloid Suara Perempuan Papua di Papua.
30. Kanal Bali
Media ini menggabungkan antara kebutuhan aktualitas informasi dan perspektif yang mendalam. Disajikan bukan hanya dengan tulisan tapi juga foto dan video. Selain itu ingin menjangkau ekspatriat dan turis asing dengan sajian konten berbahasa Inggris.
Pendiri Kanal Bali, Rofiqi, merintis karier jurnalistik sejak 1996 dengan bergabung di Harian Nusa. Tahun 1999, ia bergabung Tempo sebagai kontributor di wilayah Bali. Selama masa itu ia juga menjabat sebagai redaktur di media lokal Bali.
Mendirikan Kanal Bali untuk menyambut kolaborasi dalam pengembangan jurnalistik berbasis digital. Momentum ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas khususnya di kalangan milenial. -Rofiqi
31. Langkan
Kami bertekad menjadi teras informasi Sumatera Barat yang memiliki 19 kabupaten dan kota. Karena itu, kami hadir dengan tagline: Beranda Sumatera Barat. Berkolaborasi dengan kumparan yang memiliki teknologi canggih, kami yakin bisa menjadi referensi bagi ranah dan rantau.
32. Makassar Indeks
Bersama kumparan, Upi Asmarandhana pendiri Makassar Indeks berharap dapat menggembangkan media dan jurnalisme yang baik di Indonesia.
Melalui program 1001 Media dari kumparan, saya melihat ada harapan dan semangat baru yang bisa dikembangkan bersama. Upi Asmarandhana
Sejak 1993, Upi Asmarandhana sudah berperan sebagai koresponden beberapa media nasional di Jakarta. Misalnya saja seperti di Jakarta Pos, SCTV, dan Metro TV. Dengan segudang pengalaman jurnalistik yang dimilikinya, Upi pun akhirnya mendirikan media Makassar Indeks pada 2008.
33. PanturaPost
Irsyam Faiz (pendiri PanturaPost) memiliki keinginan menjadi jurnalis mulai ada sejak lulus dari sekolah menengah kejuruan. Karena itu, ia pun memilih jurusan komunikasi di Unissula Semarang. Semasa kuliah, ia sempat aktif di pers mahasiswa dan TV kampus. Setelah lulus pada 2013, bergabung dengan media online di Semarang, hingga pindah di media cetak di Solo.
Kami ingin jadi pembeda dengan media online lainnya. Melahirkan konten yang lebih kece. -Irsyam Faiz
34. Sumut News
Sumut News didirikan oleh Agoez Perdana yang mengawali karier di bidang jurnalistik sebagai radio broadcaster pada tahun 2003. Pada tahun 2010, Agoez yang mengenyam pendidikan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka ini, bergabung dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).
Ia juga sempat menjalani berbagai pelatihan di bidang jurnalistik, maupun broadcasting, serta manajemen media telah diperolehnya baik dari lembaga dalam negeri maupun internasional seperti IFJ (International Federation of Journalist), USAID, FNV Netherlands, D&P Canada, Radio Australia, dan School for Broadcast Media Jakarta. Hal ini tentu saja membuat pengalamannya di dunia jurnalistik dan broadcast semakin terasah.
Alasan kenapa mendirikan Sumut News adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi daerah yang lebih lengkap dan komprehensif dengan prinsip kolaborasi, menganut prinsip good corporate governance dalam pengelolaan bisnis medianya -Agoez Perdana
35. Selasar Riau
Selasar Riau merasa bisa beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan kumparan. Fakhrurodzi Baidi selaku pendiri merasa dengan berkolaborasi bersama kumparan, Selasar Riau bisa mendapatkan peluang yang harus dimanfaatkan sekaligus tantangan yang harus ditaklukkan agar dapat berkembang.
Gabungan antara peluang dan tantangan itu, goals-nya kita dapat menghasilkan media yang sehat secara bisnis dan konten -Fakhrurodzi Baidi
Fakhrurodzi memulai karier sebagai wartawan pada 2001. Dari Pekanbaru saat itu, ia menjadi koresponden sejumlah media lokal dan nasional. Setelah sering berkelana di berbagi media, ia pun akhirnya memutuskan mendirikan media online pada 2011.
36. Tugu Jogja
Rasa cinta terhadap dunia media merupakan salah satu alasan Galih Wijaya untuk mendirikan Tugu Jogja dan setuju untuk berkolaborasi dengan kumparan. Ia juga menyadari untuk menggembangkan suatu media, tidak dapat berdiri sendiri dan harus menjalani kerja sama dengan pihak lain agar dapat berkembang.
Tugu Jogja merupakan media lokal, nah agar media yang saya bangun ini bisa dikenal sama masyarakat luas jadinya saya butuh media nasional dan di sini saya lihat kumparan itu merupakan salah satu media nasional yang progress perkembangannya sangat cepat. -Galih Wijaya.
Galih Wijaya mengenal dunia jurnalistik sejak 2010 ketika ia menjadi koresponden di Jogja. Empat tahun kemudian, ia tercatat sebagai wartawan Harian Bernas dan melanjutkan karier kewartawanannya dengan mendirikan Tugu Jogja.
Sumber:Kumparan.com











Leave a Reply