Sidoarjo – Perhelatan rapat koordinasi sekaligus buka puasa bersama pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendadak terasa seperti adegan film India. Acara yang digelar di Mahabarata Palace Graha Unesa, Surabaya, Jumat (6/3/2026), tampil dengan konsep “mewah ala Bollywood”. Kurang sedikit saja, mungkin sudah ada yang tiba-tiba joget sambil hujan bunga.
Video acara tersebut sempat beredar di media sosial. Para pejabat tampak kompak mengenakan busana bernuansa India lengkap dengan dekorasi dan hidangan yang bikin suasana seperti lagi syuting film Shah Rukh Khan versi birokrasi.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati. Namun entah kenapa, video tersebut kemudian mendadak “menghilang” dari akun media sosialnya. Netizen pun sempat bertanya-tanya, ini acara rapat… atau trailer film Bollywood yang keburu ditarik dari bioskop?
Pada Sabtu (14/3), Fenny akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat melalui rilis resmi.
Menurutnya, Pemkab Sidoarjo sangat menghargai berbagai masukan dan kritik dari masyarakat. “Kami memahami bahwa warga juga punya radar sensitif yang kadang lebih tajam dari WiFi tetangga,” kira-kira begitu maksudnya.
Fenny menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya adalah forum koordinasi strategis yang dilakukan di luar jam kerja untuk mempercepat berbagai program daerah.
Ia juga menegaskan bahwa acara tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Jadi, kata Fenny, ini lebih seperti acara silaturahmi Ramadan sambil ngobrol serius soal program prioritas, mulai dari perbaikan jalan melalui program PIWK hingga persiapan distribusi beras SPHP untuk warga.
Meski begitu, Fenny mengakui publikasi acara tersebut ternyata menimbulkan kegaduhan. Mungkin karena tampilannya terlalu “megah”, sampai orang lupa kalau di dalamnya ada rapat juga, bukan cuma kostum Bollywood.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Sidoarjo. Kami sadar sebagai pelayan publik harus lebih peka, terutama saat mendokumentasikan kegiatan,” ujar Fenny.
Ia juga menambahkan bahwa kritik dari masyarakat akan menjadi pengingat bagi jajaran birokrasi agar lebih sensitif terhadap kondisi sosial.
Ke depan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen tetap fokus pada kerja nyata, khususnya perbaikan infrastruktur jalan dan pemenuhan kebutuhan pangan murah bagi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset paling penting bagi kami. Kritik ini jadi pelajaran agar kami terus berbenah,” tutup Fenny.
Singkatnya, kalau pun konsepnya Bollywood, yang penting ending-nya tetap happy: jalan diperbaiki, beras tersedia, dan masyarakat tetap tersenyum.
Dikutip dari berbagai sumber.









Leave a Reply